Selasa, 30 November 2010

Serba-serbi Perkembangan Teknologi Komunikasi


Nama: Prima Winanda
Nim : 0871501540
Kelompok: AA
Nama Kel : Kalajengking Binal


Serba-serbi Perkembangan Teknologi Komunikasi


11. Apakah Anda setuju dengan penilaian penulis bahwa iklan mendominasi sekarang ini?Apa pendapat Anda tentang trend ini?


Jawab : Benar sekali, iklan sangat mendominasi karena jaman sekarang ini adalah jaman persaingan di bidang perindustrian. Untuk menaikan citra perusahaan, kebanyakan dari mereka menggunakan media periklanan untuk mengenalkan product-productnya. Karena masyarakat dapat lebih gampang menerima dan mencari barang-barang yang di butuhkan di kehidupannya.


12. Mengapa masalah iklan komersial terlihat lebih jelas di radio dari pada di televisi?


Jawab : karena dengan memasang iklan di radio menggunakan biaya lebih murah, dan mencakup ke semua kalangan baik kalangan bawah, menengah ataupan keatas. Dengan beriklan cukup menggunakan audio tidak begitu rumit di bandingkan dengan menggunakan media iklan di televisi. time linenya pun cukup singkat dan tidak bertele. Tetapi kekurangannya cukup mempersulit karena di media seperti radio, masyarakat tidak mudah mengerti atau menerima pesan/iklan produk yang di sampaikan. Media radio hanya menggunakan audio saja tidak sedetail menggunakan media televisi dengan menonjolkan audio dan visualisai sebuah produk.


13. Di radio ada system cash time-compression yaitu bloking time dalam penyediaan ruang untuk membeli spot iklan. Prime time : 07.00-09.00, 11.00 – 13.00, 16.00 -18.00. Secondary time di radio:19.00 – 22.00. Regular time : waktu selain prime dan regular time. Penjadwalan untuk seluruh program yang akan disiarkan di radio setiap harinya disimpan dalam suatu daftar yang disebut program log. Bagaimana system cash time compression membuat lebih banyak ruang untuk iklan saat penyiaran radio?


Jawab : menurut saya dengan cara memberikan space timeline antara scine satu dengan scine kemudian menyisipkan iklan pada saat comersial break.


14. Apa daya tarik dasar menonton acara TV berdasarkan pengalaman kehidupan nyata?Mengapa penonton begitu tertarik dengan itu?


Jawab : Karena dengan menampilkan sebuah acara televisi berdasarkan kehidupan nyata dapat membuat para penonton terkesima karena di dalam kehidupan nyata dapat menambah wawasan juga memberikan pengalaman pribadi seseorang yang dapat mempengaruhi kehidupan orang lain supaya di dalam kehidupan orang lain dapat lebih baik.


15. Untuk industri televisi, apa keuntungan ekonomi dari reality show berseri?


Jawab : Keuntungannya seperti untuk menaikan dan memporoleh rating, semakan naiknya reting dari film tersebut semakin meningkatnya citra perusahaan perfilman. seperti sinetron, kuis-kuis yang di tayangkan setiap minggunya.


23. Dalam melakukan digitalisasi data dengan suara dan video, hal apa yang membuat lebih banyak ruang tersedia di jaringan nirkabel?


Jawab : Dengan menggunakan teknologi digital mempunyai keunggulan yang dapat menghemat penggunaan spektrum di bandingkan menggunakan teknologi analig. Salah satu manfaat dari teknologi digital yaitu penghematan spektrum dalam jaringan nirlabel. Hal ini menunjukkan penggunaan spectrum yang lebih efisien dan lebih bersih, tentunya dengan memperhatikan kualitas sinyal.


24. Bagaimana media pribadi dan portabel (smart phone) menciptakan jenis baru peluang
untuk iklan, sponsor dan promosi?

Jawab : Adanya hal-hal yang berbau portable sebenarnya adalah berawal dari keluhan orang-orang karena mobilisasi yang tinggi. Bayangkan saja, misalnya dalam soal hardware. Ketika kita ingin membutuhkan sebuah storage besar yang bisa dibawa ke mana-mana misalnya. Tidak mungkin kita menggotong Hard Disk ke mana-mana ataupun CPU ke mana-mana, yang pasti solusinya adalah HD external yang portable. Demikian juga kalau anda menginginkan sebuah software portable yang untuk menginstallnya tidak perlu restart Windows, maka Portable Applications atau yang dikenal dengan Portable Apps adalah salah satu solusinya.

Selasa, 23 November 2010

Tugas Perkembangan Teknologi Komunikasi (pertemuan 8)

Prima Winanda / 0871501540 / AA


EMAIL SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI PENGGANTI SURAT

Email diterima secara luas oleh masyarakat bisnis sebagai media komunikasi elektronik pertama yang luas dan merupakan orang pertama 'e-revolusi' dalam komunikasi bisnis. Email sangat sederhana untuk dimengerti seperti surat pos, email memecahkan dua masalah dasar komunikasi: logistik dan sinkronisasi. 

jawabannya :
1. Saya akan membukanya, kemungkinan itu sesuatu pesan yang penting.
2. Cukup curiga jika pesan tersebut mengganggu.
3. Tetap membacanya tetapi tidak mnggunakan link tersebut untuk membukanya.
4. Setiap orang pasti punya rasa penasaran dan keingintahuan yang cukup tinggi dari suatu informasi dari luar, tidak untuk takut dengan itu. Dan harus sudah mempersiapkan segala sesuatunya seperti mnggunakan antivirus yang selalu terupdate.
5. Penyalahgunaan seperti itu memang tidak bisa kita cegah. Hanya orang-orang bodoh yang menggunakan media ini untuk hal-hal yang tidak baik. Kita hanya bsa membuang dan merapihkan selalu inbox yang masuk supaya selalu terkendali dan tidak ada pesan yang tidak tersampaikan.
6. Sudah sangat maju yang tadinya menggunakan surat tapi sekarang hanya tinggal mengetik saja sudah bisa langsung terkirim ke tujuannya.
7. Menurut saya sikap agresif itu mencerminkan koneksi yang cukup besar, jika koneksi down pesan akan lama untuk terkirim, dan sebaliknya jika koneksi sangat tinggi pesan otomatis akan lebih cepat dan mudah terkirim.
8. Penulis sangat tergantung oleh adanya media email untuk mengejar deadline. Jika ada suatu gangguan dari suatu email / sesuatu yang merugikan maka si penulis akan cemas karena iya bekerja untuk deadline yang sudah di tentukan waktunya.
9. Tergantung dari isi di dalam email tersebut. sekitar 30menit sampai 1 jam.
10. Menggunakan waktu itu sangat penting di media online. dan saya cukup baik menggunakan waktu tersebut untuk mencari informasi baru dari luar lingkup.








Lelaki itu yang kemudian melukis langkahnya menyebrangi mimpi.
Hingga ia berada dalam sebuah kejujuran yang luar biasa,
melampaui sejuta rangkum puisi, nada dan angin.

Dalam lelahnya,
akhirnya ia mengetahui apa yang ia inginkan dalam hidupnya.
Kemudian terlelap, bahkan dalam tidurnya ia tampak tersenyum.

Aku ingin menjadi jingga di bahunya.
Meretas setiap peluh yang menetesi setiap langkahnya.
Mengusap dan berbisik tentang sebuah rindu yang terbuhul begitu lama.

Dalam batas ketidak berdayaanku
aku melihatnya seperti sekelebat bayangan melintas,
yang mampu kunikmati sebatas hembusan bayu.

Aku mohon,
Jangan pernah lepaskan aku dari hasratmu,
meski aku harus rela berada dalam baris akhir di setiap gurat mimpimu.
Tanganku tak pernah sampai meraihmu,
meski kau tak pernah berhenti mengulurkan tanganmu.

Aku tak tahu jenis kemalangan apa yang menimpaku,
hingga aku terlunta tanpa sarana menghubungimu.
Mungkin matahari lupa mengingatkan tentang pagi yang mulai bersolek.
Atau perubahan jadwal perputaran siang menjadi malam.
Namun aku ingin tetap berada dalam detik ribuan
bahkan milyaran waktu bersamamu.

Meski sebatas elusan embun, aku mencintai lelaki itu.

Aku melukis bulu matanya setiap senja,
menjadi sebuah lengkung senyum.
Kemudian ku usap lembut.
Tersapu anak angin membelainya.

Aku ingin menjadi malam dilangit-langit kamarnya.
Mendengar keluhnya saat asanya mengabur
atau ia berada dalam kelelahan melukis dalam studio.
Menemani dalam setiap mimpinya tentang sebuah kubah cinta.
Meski untuk itu aku harus menahan ribuan panah di tanganku.

Aku mohon,
jangan tinggalkan harapan tuk kemudian ditanggalkan,
kemudian berucap : “Carilah yang lain dariku, masih banyak yang lebih baik dariku.”

Aku akan hancur.

Aku hanya ingin membawakan segelas air putih dengan obat flu ditanganku. Tolong, jangan katakan ini terlalu tinggi
atau ini hanyalah sebuah harapan imajiner.

Namun aku percaya,
di dunia yang serba selluler ini,
aku berada dalam kelegaan yang luar biasa,
melebihi satu titik kulminasi berkumpulnya awan, hujan dan bintang.
Rasakan perasaanku yang bergerak bersama alam untuk menyapamu.

Bergerak seiring waktu berlalu.



For Someone who always I miss him.

sebatas mimpiLelaki itu yang kemudian melukis langkahnya menyebrangi mimpi. Hingga ia berada dalam sebuah kejujuran yang luar biasa, melampaui sejuta rangkum puisi, nada dan angin. Dalam lelahnya, akhirnya ia mengetahui apa yang ia inginkan dalam hidupnya. Kemudian terlelap, bahkan dalam tidurnya ia tampak tersenyum. Aku ingin menjadi jingga di bahunya. Meretas setiap peluh yang menetesi setiap langkahnya. Mengusap dan berbisik tentang sebuah rindu yang terbuhul begitu lama. Dalam batas ketidak berdayaanku aku melihatnya seperti sekelebat bayangan melintas, yang mampu kunikmati sebatas hembusan bayu. Aku mohon, Jangan pernah lepaskan aku dari hasratmu, meski aku harus rela berada dalam baris akhir di setiap gurat mimpimu. Tanganku tak pernah sampai meraihmu, meski kau tak pernah berhenti mengulurkan tanganmu. Aku tak tahu jenis kemalangan apa yang menimpaku, hingga aku terlunta tanpa sarana menghubungimu. Mungkin matahari lupa mengingatkan tentang pagi yang mulai bersolek. Atau perubahan jadwal perputaran siang menjadi malam. Namun aku ingin tetap berada dalam detik ribuan bahkan milyaran waktu bersamamu. Meski sebatas elusan embun, aku mencintai lelaki itu. Aku melukis bulu matanya setiap senja, menjadi sebuah lengkung senyum. Kemudian ku usap lembut. Tersapu anak angin membelainya. Aku ingin menjadi malam dilangit-langit kamarnya. Mendengar keluhnya saat asanya mengabur atau ia berada dalam kelelahan melukis dalam studio. Menemani dalam setiap mimpinya tentang sebuah kubah cinta. Meski untuk itu aku harus menahan ribuan panah di tanganku. Aku mohon, jangan tinggalkan harapan tuk kemudian ditanggalkan, kemudian berucap : “Carilah yang lain dariku, masih banyak yang lebih baik dariku.” Aku akan hancur. Aku hanya ingin membawakan segelas air putih dengan obat flu ditanganku. Tolong, jangan katakan ini terlalu tinggi atau ini hanyalah sebuah harapan imajiner. Namun aku percaya, di dunia yang serba selluler ini, aku berada dalam kelegaan yang luar biasa, melebihi satu titik kulminasi berkumpulnya awan, hujan dan bintang. Rasakan perasaanku yang bergerak bersama alam untuk menyapamu. Bergerak seiring waktu berlalu. For Someone who always I miss him.

sebatas mimpiLelaki itu yang kemudian melukis langkahnya menyebrangi mimpi. Hingga ia berada dalam sebuah kejujuran yang luar biasa, melampaui sejuta rangkum puisi, nada dan angin. Dalam lelahnya, akhirnya ia mengetahui apa yang ia inginkan dalam hidupnya. Kemudian terlelap, bahkan dalam tidurnya ia tampak tersenyum. Aku ingin menjadi jingga di bahunya. Meretas setiap peluh yang menetesi setiap langkahnya. Mengusap dan berbisik tentang sebuah rindu yang terbuhul begitu lama. Dalam batas ketidak berdayaanku aku melihatnya seperti sekelebat bayangan melintas, yang mampu kunikmati sebatas hembusan bayu. Aku mohon, Jangan pernah lepaskan aku dari hasratmu, meski aku harus rela berada dalam baris akhir di setiap gurat mimpimu. Tanganku tak pernah sampai meraihmu, meski kau tak pernah berhenti mengulurkan tanganmu. Aku tak tahu jenis kemalangan apa yang menimpaku, hingga aku terlunta tanpa sarana menghubungimu. Mungkin matahari lupa mengingatkan tentang pagi yang mulai bersolek. Atau perubahan jadwal perputaran siang menjadi malam. Namun aku ingin tetap berada dalam detik ribuan bahkan milyaran waktu bersamamu. Meski sebatas elusan embun, aku mencintai lelaki itu. Aku melukis bulu matanya setiap senja, menjadi sebuah lengkung senyum. Kemudian ku usap lembut. Tersapu anak angin membelainya. Aku ingin menjadi malam dilangit-langit kamarnya. Mendengar keluhnya saat asanya mengabur atau ia berada dalam kelelahan melukis dalam studio. Menemani dalam setiap mimpinya tentang sebuah kubah cinta. Meski untuk itu aku harus menahan ribuan panah di tanganku. Aku mohon, jangan tinggalkan harapan tuk kemudian ditanggalkan, kemudian berucap : “Carilah yang lain dariku, masih banyak yang lebih baik dariku.” Aku akan hancur. Aku hanya ingin membawakan segelas air putih dengan obat flu ditanganku. Tolong, jangan katakan ini terlalu tinggi atau ini hanyalah sebuah harapan imajiner. Namun aku percaya, di dunia yang serba selluler ini, aku berada dalam kelegaan yang luar biasa, melebihi satu titik kulminasi berkumpulnya awan, hujan dan bintang. Rasakan perasaanku yang bergerak bersama alam untuk menyapamu. Bergerak seiring waktu berlalu. For Someone who always I miss him.

sebatas mimpi


Lelaki itu yang kemudian melukis langkahnya menyebrangi mimpi.
Hingga ia berada dalam sebuah kejujuran yang luar biasa,
melampaui sejuta rangkum puisi, nada dan angin.

Dalam lelahnya,
akhirnya ia mengetahui apa yang ia inginkan dalam hidupnya.
Kemudian terlelap, bahkan dalam tidurnya ia tampak tersenyum.

Aku ingin menjadi jingga di bahunya.
Meretas setiap peluh yang menetesi setiap langkahnya.
Mengusap dan berbisik tentang sebuah rindu yang terbuhul begitu lama.

Dalam batas ketidak berdayaanku
aku melihatnya seperti sekelebat bayangan melintas,
yang mampu kunikmati sebatas hembusan bayu.

Aku mohon,
Jangan pernah lepaskan aku dari hasratmu,
meski aku harus rela berada dalam baris akhir di setiap gurat mimpimu.
Tanganku tak pernah sampai meraihmu,
meski kau tak pernah berhenti mengulurkan tanganmu.

Aku tak tahu jenis kemalangan apa yang menimpaku,
hingga aku terlunta tanpa sarana menghubungimu.
Mungkin matahari lupa mengingatkan tentang pagi yang mulai bersolek.
Atau perubahan jadwal perputaran siang menjadi malam.
Namun aku ingin tetap berada dalam detik ribuan
bahkan milyaran waktu bersamamu.

Meski sebatas elusan embun, aku mencintai lelaki itu.

Aku melukis bulu matanya setiap senja,
menjadi sebuah lengkung senyum.
Kemudian ku usap lembut.
Tersapu anak angin membelainya.

Aku ingin menjadi malam dilangit-langit kamarnya.
Mendengar keluhnya saat asanya mengabur
atau ia berada dalam kelelahan melukis dalam studio.
Menemani dalam setiap mimpinya tentang sebuah kubah cinta.
Meski untuk itu aku harus menahan ribuan panah di tanganku.

Aku mohon,
jangan tinggalkan harapan tuk kemudian ditanggalkan,
kemudian berucap : “Carilah yang lain dariku, masih banyak yang lebih baik dariku.”

Aku akan hancur.

Aku hanya ingin membawakan segelas air putih dengan obat flu ditanganku. Tolong, jangan katakan ini terlalu tinggi
atau ini hanyalah sebuah harapan imajiner.

Namun aku percaya,
di dunia yang serba selluler ini,
aku berada dalam kelegaan yang luar biasa,
melebihi satu titik kulminasi berkumpulnya awan, hujan dan bintang.
Rasakan perasaanku yang bergerak bersama alam untuk menyapamu.

Bergerak seiring waktu berlalu.



For Someone who always I miss him.